• 1
    Content text...
  • 2
    Content text...
  • 3
    Content text...
  • 4
    Content text...
  • 5
    Content text...

Identitas Gereja Kristen Luther Indonesia


  

Gereja Kristen Luther Indonesia, adalah  Gereja yang beraliran Lutheran.
Gereja Kristen Luther Indonesia, percaya akan Allah Tri Tunggal sebagai yang diungkapkan dalam Kitab Suci dan mengakui bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah satu-satunya sumber pengajaran dan tata tertib gereja yang sah dan diyakini bahwa ketiga pengakuan Oikumene dan pengakuan Lutheran yang terdapat dalam buku Pengakuan Lutheran ( Book of Concord) yang tidak dirobah serta Katekhismus Luther yang Kecil dan Besar adalah penafsiran murni  atas Firman Allah. Sistem dan tata gereja GKLI adalah: EPISKOPAL SINODAL

 

Logo Gereja Kristen Luther Indonesia


  

 

PENJELASAN TENTANG LOGO GEREJA KRISTEN LUTHER INDONESIA (GKLI) ( Luther Rose )

1. SALIB HITAM, ditempatkan di dalam hati yang berwarna alami, mengingatkan bahwa iman kepada Dia yang disalibkan memberikan kita kesukaan kekal.

2. HATI, berada di tengah mawar putih: bahwa iman itu menunjukkan kesukaan, penghiburan dan damai.

3. MAWAR PUTIH, adalah symbol warna Roh dan Malaikat.

4. MAWAR, berada di ladang berwarna BIRU LANGIT : menunjukkan bahwa kesukaan dalam Roh dan Iman ini merupakan permulaan dari kesukaan surgawi kelak.

 

ANGGARAN   DASAR     GKLI


  

Didalam mama  Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, kami dari anggota Gereja Kristen  Luther Indonesia yang cinta gereja ini beserta anggota  anggota seiman sebagaimana yang difirmankan Oleh Tuhan Jesus Kristus bersatu untuk menderikan dan mengadakan peraturan gereja ini serta berjanji dihadapan Allah  akan menuruti peraturan peraturan yang termaktub dibawah ini.

Pasal 1
NAMA, TEMPAT KEDUKUKAN DAN WAKTU

Gereja ini bernama, GEREJA  KRISTEN  LUTHER INDONESIA disingkat GKLI berkedududkan di Sihabonghabong,kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, dengan cabang/ perwakilannya di tempat lain menurut pertimbangan Badan Pengurus, dan didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya, dan telah dimulai sejak tanggal delapan belas Mei seribu sembilan ratus enam puluh lima.

Pasal  II
IMAN
Gereja Kristen Luther Indonesia percaya akan TriTunggal sebagai yang diungkapkan dalam kitab Suci dan mengakui bahwa Alkitab Perjanjian  Lama dan Perjanjian Baru adalah satusatunya sumber pengajaran dan tata tertib gereja yang sah dan meyakini bahwa ketiga pengakuan Oikumene dan Konfessio Agustana yang tidak dirobah serta Katekismus Luther yang kecil dan yang besar adalah penafsiran atas firman Allah

Pasal  III
AZAS
Gereja Kristen Luther Indonesia berazaskan Pancasila
Pasal IV
MAKSUD  DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan Gereja Kristen Luther Indonesia disingkat GKLI adalah:
1.Mengurus dirinya sendiri supaya jadi kemuliaan Tuhan: Allah Bapak Anak dan  Roh Kudus
2.Menolak segala ajaran ajaran yang bertentangan dengan Firman Allah
3.Menyebarkan keKristenan
4.mencari hubungan dengan umat Kristen yang seiman dengan gereja ini.
5.Membuat usaha usaha di bidang amal dan usaha usaha Kisten lainnya yang bertujuan suburnya pertumbuhan kerohanian

Pasal V
USAHA
Gereja Kristen Luther Indonesia berusaha:
1.Mengadakan Pemberitaan Injil dengan mengadakan kebaktian kebaktian pada hari minggu dan Pesta Kristen lainnya; menmgadakan kebaktian doa lainnya, meladeni dua Sakramen( Pembabtisan dan Perjamuan Kudus ),dan melakukan siasat gereja terhadap anggota jemaat yang melakukan yang bertentangan dengan Firman Tuhan dan Peraturan Gereja.
2.Mengusahakan penyebaran injil dan evangelisasi.
3.mengangkat dan menetapkan pelayan pelayan gereja.
4.Mengadakan rapat rapat gereja demi kebaikan gereja
5.Mengadakan usaha usaha rohaniah guna membingbing anggota anggota jemaat
Pasal VI
KEANGGOTAAN
Anggota gereja ini ialah umat yang telah dipermandikan (dibabtiskan ) didalam nama Allah
Bapa, Anak dan Roh kudus serta menurut peraturan gereja.

                                                  
Pasal  VII
PENGURUS

  1. Gereja ini dipimpin oleh satu  Badan Pengurus yang terdiri dari Ketua Gereja (Bishop ), Sekretaris Jenderal, Bendahara dan beberapa orang anggota Dewan Pengurus Pusat serta pembantu pembantunya.
  2. Anggota Badan Pengurus dianggkat oleh sinode Agung( rapat gereja ) untuk waktu 5 tahun
  3. Badan pengurus Harian terdiri dari Ketua ( Bishop ), Sekretaris Jenderal dan Bendahara
  4. Sekretariat, seksi seksi dan perwakilannya diadakan menurut keperluannya
  5. Susunan pengurus Gereja Kristen Luther Indonesia adalah sebagai berikut :

          Bishop
          Sekretaris Jenderal
          Bendahara
          Anggota  Majelis Pusat

Pasal VIII
KEUANGAN  DAN HARTA  BENDA
Keuangan dari Gereja Kristen Luther Indonesia adalah:

  1. Keuangan dan harta benda gereja ini terdiri dari sumbangan secara sukarela dari anggota dan sumbangan  lainnya yang halal.
  2. Semua harta harta dan keuangan gereja adalah kepunyaan gereja yang diurus oleh,Kantor Pusat, distrik distrik, resort resort dan jemaat jemaat setempat
  3.  Jemaat setempat mengurus harta  bendanya sendiri, membiayai sendiri, biaya resort , biaya distrik dan biaya Pusat
  4. Anggota yang menanggalkan keanggotaanya dari gereja haknya akan hilang sendiri atas harta benda gereja dan anggota jemaat yang setia akan menguasai harta benda gereja
  5. Jika semua anggota jemaat meninggalkan  gereja, resort akan mengambil alih,dan menguasai harta benda jemaat
  6. Jika sesuatu resort meninggalkan gereja, distrik akan mengambil alih dan menguasai harta benda resort
  7. Jika sesuatu distrik meninggalkan gereja, Pusat akan mengambil alih dan mengurus harta benda tersebut.

Pasal IX
KEKUASAAN  TERTINGGI

  1. .Kekuasaan tertinggi dari Gereja Kristen Luther Indonesia disingkat GKLI ini adalah pada sinode  agung
  2. Sinode agung adalah lembaga permusyawarah/ musyawarah yang anggota pesertanya terdiri dari anggota Badan Pengurus Pusat dan utusan utusan gereja

Pasal X
PEROBAHAN

  1. Aggaran Dasar ini hanya dapat dirobah dengan keputusan sinode agung yang dihadiri oleh sekurangkurangnya dua pertiga dari jumlah anggota sinode  agung dan keputusan diambil oleh dua pertiga dari jumlah yang hadir dalam rapat ( sinode ).
  2. .Rapat ( sinode ) tersebut dipimpin oleh Ketua gereja ( Bishop )

Pasal XI
Hal hal yang belum tidak cukup diatur dalam anggaran dasar ini akan diatur dalam anggaran rumah tangga  yang isinya tidak boleh bertentangan yang isinya tidak boleh bertentangan dengan anggaran dasar ini