• 1
    Content text...
  • 2
    Content text...
  • 3
    Content text...
  • 4
    Content text...
  • 5
    Content text...

KEPUTUSAN SYNODE AGUNG
GEREJA  KRISTEN  LUTHER  INDONESIA XXV

NOMOR:09/S.A-GKLI/XXV/2009
Tentang
ANGGARAN  RUMAH  TANGGA  GKLI


  

BAB  I
Pasal  1

KEANGGOTAAN

Anggota  GKLI ialah orang orang yang percaya yang dipanggil ke dalam suatu persekutuan yang Esa, Am( Umun/Katolik) dan Rasuli dalam Tubuh Kristus, di dalam GKLI Terdiri dari :
a.Anggota sidi
b.Anggota Babtis
c.Anggota siasat
d.Anggota Pesiapan

Pasal 2


1.Anggota sidi ialah:

a.Mereka yang telah menerima Babtisan Kudus dan telah anggkat Sidi
b.Mereka yang menerima Babtisan Kudus dewasa

2.Anggota Babtis ialah mereka yang telah menerima Babtisan  sebelum dewasa.

3.Anggota siasat ialah anggota yang salah satu atau lebih haknya ditangguhkan dan kepadanya dikenakan satu atau lebih kewajiban untuk waktu yang telah ditentukan.

4.Anggota Persiapan ialah :

a.Anak dan Anak angkat dari anggota sidi yang belum menerima Babtisan Kudus           
b.Mereka yang belum menerima Babtisan Kudus, tetapi telah menyatakan kesedihannya menerima pengajaran  Kristus.


Pasal  3

1.Penetapan untuk menjadi anggota sidi dan menjadi anggota siasat serta penerimaan untuk menjadi anggota Persiapan dilakukan oleh Majelis Jemaat
2.Penerimaan dari perpindahan gereja lain ke GKLI dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di GKLI.


Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA  GKLI

HAK ANGGOTA GKLI adalah :
  1. Setiap anggota jemaat GKLI yang terdaftar berhak menerima Pelayanan Firman Tuhan dalam setiap waktu( setipa  minggu dalam acara gereja lainnya ). Sakramen Perjamuan Kudus, untuk menuntunnya agar hidupnya sesuai dengan Firman Tuhan agar jemaat tersebut dapat menerima pengharapan akan hidup yang kekal.
  2. Setiap anggota jemaat berhak meminta dan menerima Sakramen babtisan Kudus kepada setiap anak anak dan penggembalaan untuk memimpin kepada iman kepada Tuhan Jesus Kristus untuk menerima hidup yang kekal
  3. Setiap anggota sidi berhak memberikan suara dalam sidang jemeet dimana dia terdaftar
  4. Setipa anggota jemaat yang telah  memenuhi persyaratan untuk itu, berhak dipilih dan memilih menjadi anggota kepengurusan GKLI.

KEWAJIBAN  ANGGOTA  GKLI adalah:

  1. Anggota jemaat harus hidup dan taat kepada Firman Tuhan untuk dilaksanakan didalam kehidupannya sebagai ketaatannya Kepada Tuhan Jesus Kristus.
  2. Setia mengikuti kebaktian Minggu dan kebaktian kebaktian lainnya yang ditentukan berusaha mendalami isi Alkitab melalui renungan ( kebaktian ) secara pribadi, keluarga atau bersama sama untuk menguatkan serta meneguhkan iman dan keyakinannya.
  3. Ikut bertanggungjawab untuk mewujudkan kesaksian, persekutuan dan pelayanan gereja melalui kegiatan jemaat.
  4. Bertanggung tanggung jawab menyuruh anak anak mereka menjadi  murid Tuhan Jesus Kristus antara lain melalui Sekolah Minggu dan pengajaran Agama (Katehisasi )
  5. Anggota jemaat harus tunduk kepada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Konfensio Agustana, Peraturan Pengembalan dan \Hukum siasat gereja, serta peraturan lain yang berlaku di GKLI
  6. Mendoakan  para pelayanan, Petugas Gereja, Pemerintah dan sesama manusia
  7. Memakai dan mempersembahkan segala kekuatan, pikiran dan hartanya dari hati suka cita  untuk pekerjaan Tuhan.

BERHENTI DARI  KEANGGOTAAN JEMAAT GKLI

Setiap anggota jemaat dapat berhenti dari keanggotaannya apabila :
  1. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri
  2. Meninggal dunia
  3. Pindah keagama lain atau beralih kegereja lain
  4. Diberhentikan karena beralih kepercayaan
  5. Dikucilkan berdasarkan  Hukum Siasat Gereja ( Ruhut Paminsangon ) GKLI
BAB  II
BENTUK  PERSEKUTUAN
Pasal  5
JEMAAT

    PENGERTIAN JEMAAT
  1. Yang dimaksud dengan jemaat GKLI adalah perkumpulan dari beberapa orang percaya kepada Tuhan Jesus Kristus yang telah menerima Babtisan Kudus dan dipanggil oleh Roh Kudus kepada pertobatan dan iman melalui Firman Tuhan ( Rom 10, 17 )
  2. Jemaat adalah persekutuan anggota GKLI setempat, yang mempunyai kemampuan menjalankan panggilan dan suruhan gereja dan telah diresmikan berdirinya sebagai jemaat.
  3. Suatu persekutuan anggota GKLI  hanya dapat menjadi jemaat  GKLI setelah ditetapkan dan diresmikan berdirinya oleh oleh Pucuk Pimpinan GKLI
  4. Penetapan sesuatu persekutuan anggota GKLI menjadi jemaat dilakukan oleh Pucuk Pimpinan setelah mendapat pertimbangan dari Kordinator Wilayah atas usul pengurus resort, dengan mempertimbangkan dari segi jumlah keanggotaan, tempat kemampuan.
  5. Suatu persekutuan anggota GKLI yang belum memenuhi persyaratan sebagai jemaat yang disebut pada point c-d di atas persiapan, yang ditetapkan oleh pengurus Resort setempat
    JEMAAT  BARU
Jemaat baru dapat berdiri di suatu tempat yang belum ada jemaat GKLI jikalau dari beberapa orang (yang telah naik sidi) yang ingin menderikan jemaat GKLI dengan syarat:

  1. Ada surat permohonan dan surat pernyataan tunduk kepada peraturan GKLI dan yang ditanda tangani oleh seluruh anggota jemaat baru tersebut yang dialamatkan kepada pendeta GKLI Resort yang berdekatan dengantempat jemaat tersebut.
  2. Ada tempat ibadah atau gereja, ada penatua atau calon penatua, anggota jemaat minimal 25 jiwa.
  3. Ada yang bertanggung jawab ( pjs Vorganger) sebagai memimpin jemaat sesuai dengan peraturan GKLI.
  4. Setelah syarat tersebut dipenuhi, Pengurus Resort dapat membuka Kebaktian Minggu I ditempat tersebut.

Pasal 6
PELAYAN DIJEMAT

    1.PENGERTIAN
Pelayan adalah warga jemaat yang telah menerima panggilan dan yang mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan seperti Pendeta, Evangelist dan Guru Jemaat/Vorganger, Penatua.Dan setiap pelayan GKLI harus sungguh sungguh untu hidup menurut Firman Tuhan dan menjadi teladan yang baik menjadi jemaat.
    2 MACAMNYA
  1. Pelayan yang menerima  Tahbisan( pendeta, evangelist, guru jemaat) yang memberikan waktu, hidup dan kekuatannya untuk melayani penuh waktu di dalam gereja.
  2. Pelayan gereja yang menerima penahbisan ( penatua) yang memberikan sebagian waktunnya untuk melayani digereja( tidak penuh waktu )
  3. Pelayan gereja  yang tidak menerima pentahbisan seperti : Pengurus, Dewan seksi, panitia, guru sekolah minggu, organist, diregent koor, dan yang melakukan beberapa pekerjaan dalam jemaat.<
Pasal 7
TUGAS TUGAS PELAYAN DI JEMAAT
1.Melayani untuk mengembangkan dan menaikkan kehidupan rohani dan jasmani anggota jemaat, melalui pemberitaan Firman Tuhan dan melaksanakan tugas diakonia.
2.Menjalankan Konfessio Agustana, peraturan penggembalaan dan hukum siasat gereja, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah tangga GKLI dan Keputusan keputusan rapat di GKLI
3.Mengutus para pelayan ke setipa jemaat GKLI sesuai dengan tugasnya masing masing.
4. Menyediakan pertapakan gedung gereja dan  bangunan yang lainnya yang diperlukan
5. Memperhatikan dan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh resort dan  Pusat
6.Memperluas jaringan persekutuan yang baik dengan saudara saudara seiman dan masyarakat dilingkungan masing masing.
7.Yang melayankan tugas  gereja adalah pelayan pelayan gereja

Pasal 8
PIMPINA JEMAAT
Pimpinan jemaat adalah  guru jemaat/Vorganger

1. TUGAS PIMPINAN JEMAAT
    a.Memimpin jemaat dalam perencanaan dan melaksanakan pelayanan rohani sesuai dengan tugas panggilan gereja
    b.Memimpin para pelayan tahbisan sesuai dengan tugas masing masing
    c.Memimpin rapat jemaat, rapat pelayan tahbisan, rapat para pelayan, rapat majelis jemaat, pengurus dewan dan panitia pembangunan.
    d. Melaporkan tentang pelayanan, statistik dan keuangan jemaat kepada pendeta resort
    e. Melaksanakan keputusan synode Agung, rapat wilayah, rapat resort, rapat jemaat di jemaat masing masing.
    f.Menerima laporan pertanggungjawaban dari setiap dewan
    g.Menjaga keuangan dan investasi jemaat
2.SYARAT SYARAT YANG MENJADI PIMPINAN JEMAAT

Adalah pelayan yang sudah menerima tahbisan dari GKLI sebagai guru jemaat/ Penatua

Pasal  9
BENDAHARA  JEMAAT

1.PENGERTIAN

Bendahara jemaat adalah seorang penatua atau anggota jemaat yang bertugas mengelola keuangan jemaat.

2.TUGASNYA

a.Mengumpulkan, menjumlahkan dan menyimpan seluruh uang gereja yang dikumpulkan dari seluruh persembahan dari anggota jemaat dan dari seluruh pekerjaan jemaat tersebut.
b.Membayar melalui uang gereja segala sesuatu keperluan gereja sesuai dengan hasil keputusan rapat pengurus jemaat yang setujui pimpinan jemaat.
c.Melaporkan secara tertulis keadaan keuangan gereja melalui pengumuman gereja setiap bulan pada minggu pertama bulan berikutnya.
d.Uang gereja sebaiknya disimpan di Bank Pemerintah atau Kantor Pos, setelah disisihkan uang keperluan dalam satu minggu yang simpan dalam brankas gereja yang disetujui oleh pengurus Jemaat.
e.Agar setiap bulan menyetor segala uang untuk keperluan resort dan Kantor Pusat yang disetujui oleh pimpinan jemaat.
f.Membuat pembukuan uang masuk dan uang keluar, yang diperiksa oleh dewan keuangan jemaat
g.memberi laporan dan pertanggungjawaban kepada pimpinan jemaat dan pelayan tahbisan.

3.SYARAT SYARAT MENJADI BENDAHARA  JEMAAT

a.Penatua atau anggota jemaat yang dapat menjadi bendahara yang setia yang dipilih oleh pelayan tahbisan jemaat
b.Yang rajin melaksanakan tugasnya dengan tidak bercacat cela
c.Sebolehbolehnya berpendidikan SLTA dan yang memahami administrasi keuangan.
d.Paling rendah berumur  30thn dan  paling tinggi 56 thn pada waktu pemilihan.
e. Periodenya 5 tahun dandapat dipilih  duakali berturut turut.


Pasal 10
MAJELIS  JEMAAT
1.PENGERTIAN  MAJELIS JEMAAT

Majelis jemaat adalah pembantu pimpinan jmaat yang terdiri dari penatua, dan satu orang anggota jemaat yang diketuai oleh pimpinan jemaat untuk memikirkan dalam menaikkna pelayanan di jemaat.

  • PERIODENYA
  • Periodenya 5 tahun dapat diplih duakali berturut turut


    BAB III

    Pasal  11
    RESORT
  • Resort yang terdiri dari satu jemaat atau gabungan dari beberapa jemaat, yang ditetapkan Pimpinan Pusat.

  • SYARAT MENJADI RESORT
    1. Ada beberapa jemaat yang ingin mendirikan satu resort dalam satu wilayah.
    2. Bersedia menanggung belanja Pendeta resort, dan keperluan resort
    3. Mengusahakan perumahan Pendeta Resort, Kantor resort dan inventris resort
    4. Ada surat permohonan dari jemaat atau beberapa jemaat yang akan menderikan resort yang disetujui oleh resort induk  dengan mlampirkan statistik, daftar inventaris, laporan keuangan dan daftar pengurus resort yang dialamatkan kepada pucuk Pimpinan GKLI.

     

    Pasal 12
    PENDETA  RESORT

    TUGAS PENDETA RESORT

    1. Memimpin reort bersama dengan majlis resort
    2. Sebagai penanggungjawab dalam pelayanan dan pembinaan rohani dan melaksanakan Sakramen Kudus ( babtisan dan Perjamuan Kudus ) disetiap jemaat yang masuk ke resort tersebut.
    3. Bertanggungjawab dalam urusan administrasi  di resort
    4. Sebagai pemimpin rapat resort, pengurus resort dan rapat rapat yang bersekala resort
    5. Memikirkan segala kebutuhan yang diperlukan  oleh resort tersebut untuk pengembangan gereja dan pengurus resort.
    6. Membingbing jemaat jemaat yang masuk ke resort tersebut untuk memenuhi tanggungjawabnya
    7. Melaksanakan keputusan Synode Agung, rapat koordinasi wilayah  dan rapat resort
    8. Mengawasi keuangan dan inventarissetiap jemaat yang masuk dalam resort tersebut
    9. Memberikan laporan pelayanan, statistik dan keuangan Resort  kepada rapat resort dan kepada Pucuk Pimpinan
    10. Untuk memudahkan tugas tugas pelayanan jemaat, pendeta resort seharusnya tinggal di resrot yang dilayani
    Pasal 13
    PENDETA DIPERBANTUKAN
  • TUGAS PENDETA DIPERBANTUKAN

    1. Membantu pelayanan  pendeta resort di jemaat/ resort dimana Pendeta diperbantukan tersebut mendapat penugasan dari Pimpinan GKLI atas persetujuan dari Majelis Pusat GKLI.
    2. 2Setiap tugas pelayanan yang dilaksanakan oleh Pendeta diperbantukan adalah atas mandat dan Persetujuan dari Pendeta resort
    3. memberi laporan pelayanan kepada Pendeta resort  dan tembusannya kepada Pucuk Pimpinan.
    Pasal 14
    MAJELIS RESORT

    1.PENGERTIAN:

    Majelis resort adalah pembantu Pendeta Resort yang terdiri dari utusan setiap jemaat yang diketuai oleh Pendeta resort dibantu oleh Skretaris dan Bendahara serta seksi seksi untuk memikirkan pelayanan di resort

    2.PERIODENYA.

    Lima tahun dapat dipilh dua kali berturut turut


    BAB IV


    Pasal 15
    KORDINATOR WILAYAN

    1.Pengertian:

    Kordinstor Wilayah adalah suatu kesatuan daerah pelayanan yang terdiri dari beberapa resort dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat.

    2.PIMPINANNYA:

    Kordinator wilayan dipimpin oleh seorang Pendeta resort  sebagai kordinator wilayah dibantu oleh seorang pendeta lainnya sebagai Skretaris yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat berdasarkan hasil pemilihan rapat pendeta resrot di wilayah yang bersangkutan. Kordinator wilayah adalah sebagai kordinasi antar resort, dan mengawasi resort
    wilayah di dalam bidang pengawasan tugas dan keputusan yang datang dari pucuk Pimpinan, dan berusaha menyelesaikan permasalahan diwilayah kordinasinya

    3.PERIODENYA:

    Lima tahun dapat dipilih dua kali berturut turut


    BAB V


    Pasal  16
    GKLI  UMUM

    1. PENGERTIAN:

    GKLI Umum adalah melingkupi segenap GKLI secara umum yang tercakup di dalamnya jemaat jemaat, resort, Kordinasi wilayah dan lemabaga  dan Yayasan yang dibawah Pimpinan Pucuk Pimpinan GKLI, Pelayanan secara umum dilakukan oleh Bishop, Sekretaris Jenderal, Bendahara dan Majelis Pusat


    Pasal 17
    PUCUK PIMPINAN GKLI
    Pucuk Pimpinan GKLI adalah Kepengurusan tertinggi di GKLI, yang terdiri dari Bishop,Sekretaris Jenderal.


    Pasal 18
    BISHOP

    1.TUGASNYA:

    1. Menjaga kemurnian Theologia Lutheran
    2. Mengembalakan jemaat jemaat dan para pelayan pelayan seluruh GKLI.
    3. Memberikan Pembinaan kepada seluruh pelayan tahbisan untuk meningkatkan kemampuan didalam melaksanakantugas panggilannya sebagai pelayan Firman dan Penggembala.
    4. Memelihara dan menyuarakan tugas kenabian GKLI kepada Pemerintah dan badan badan lain melalui perbuatan nayata atau kata kata untuk menegakkan kebenaran dan keadilan ditengah tengah Bangsa dan Negara.
    5. Mewakili GKLi terhadap Pemerintah, gereja dan badan badan lain di dalam dan di luar Negeri
    6. Memminpin segenap GKLI bersama dengan Sekretais Jenderal berdasarkan Firman Allah, Konfessio, Anggaran Dasan dan Anggaran Rumah Tangga dan Siasat Gereja sebagai wujud kepatuhannya kepada Tuhan Jesus Kristus Kepala gereja.Bishop dapat mendelegasikan wewenang melaksanakan tugas tugas tertentu kepada Sekretaris Jenderal sesuai dengan kebutuhanya.
    7. Menyelenggarakan dan memimpin Synode Agung sesuai dengan ketentuan persidangan synode agung
    8. Memimpin rapat pimpinan GKLI, rapat pendeta,rapat gabungan pelayan tahbisan GKLI
    9. Menetapkan kordinator Wilayah GKLI setelah dipilih oleh rapat pendeta resort di wilayah yang bersangkutan.
    10. Mempersiapkan dan menyusun Rencana induk  Pengembanagan pelayanan GKLI yang disampaikan kepada synode agung untuk ditetapkan.
    11. Menyusun Strategi GKLI untuk disampaikan kepada Synode Agung, dan rencana tahunan dan rencana Anggaran Pendapatan Belanja Gereja yang akan disampaikan kepada Majelis Pusat untuk ditetapkan
    12. Mengunjungi jemaat jemaat GKLI untuk memimpin upacara pentahbisan gereja dan  peletakan Batu alas
    13. Bersama dengan Sekretaris Jenderal dan Ketua Badan Pekerja Rapat
      Pendeta dan Evangelist.
    14. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugasnya memimpin GKLI ke Synode Agung
    15. Menyusun Almanak
    16. Menerbitkan surat keputusan tentang jemaat Resort, Kordinator Wilayah, Yayasan, Lembaga, Kepala Departemen, komisi dan Biro GKLI dan yang berhubungan dengan Personalia setelah mendapat persetujuan dari Majelis Pusat GKLI.
    17. Menerima usul tentang Amandemen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga GKLI
    2.SYARAT MENJADI BISHOP GKLI

    1. Paling sedikit 10 tahun menjadi Pendeta GKLI
    2. Berusia minimal 40 thun dan maximal 60 tahun pada saat pemilihan
    3. Latar belakang Pendidikan minimal Strata ( S1 ) Theologia Jurusan Kependetaan
    4. Sehat Rohani dan jasmani
    5. Tidak pernah dikenai sanksi peraturan penggembalaan dan hukum siasat gereja GKLI
    6. Dipilih oleh Synode
    3.PERIODENYA

    Periodenya lima tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

    4.PEMILIHAN
    1. Synode Agung memilih seorang dari calon yang telah ditetapkan dengan perhitungan suara hingga mencapai jumlah suara 1/2N+ 1 dari 2/3 jumlah peserta
    2. Panitia pemilihan diketuai oleh seorang pendeta dan seoarang non pendeta yang diajukan oleh peserta synode agung.
    3. Pendeta tertua dalam tugas jabatan pendeta dari peserta synode agung melantik Bishop baru dalam suatu kebaktian minggu di gereja GKLI
    5.BERHENTI DAN BERHALANGAN.

    a.Berhenti

    1. Periodenya selasai
    2. Minta berhenti

    3. Kena sanksi Peraturan Penggembalaan dan siasat gereja GKLI
    4. Meninggal dunia
    b.Berhalangan.

    1. Berhalangan tidak tetap
      Apabila Bishop berhalangan karena sakit atau melakukan perjalan dinas ke luar negeri, tugas  Bishop didelegasikan kepada Skretaris Jenderal GKLI
    2. Berhalangan Tetap:
      a.Apabila bishop meninggal atau tidak dapat lagi menjalankan tugas pelayanannya jabatan Bishop dipegang oleh Skretaris Jenderal. Setelah 3 bulan Sekretaris Jenderal mempersiapkan synode Agung istimewa untuk memilih Bishop yang baru yang dihadiri oleh seluruh  peserta synode sgung.\tetapi kalau jangka dalam 6 bulan lagi akan diadakan synode agung, maka synode agung akan dipimpin oleh salah seorang pendeta yang tertua.
    3. Selama Skretaris Jenderal memegang jabatan Bishop, yang dapat dilakukannya hanyalah tugas tugas rutin      
                                                    Pasal 19
                                       SEKRETARIS JENDERAL
    TUGASNYA

      Menyertai Bishop memimpin GKLI
      Meminpin administrasi GKLI sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga GKLI dan menanda tangani surat surat atas nama Bishop.
      Mewakili Bishop melaksanakan tugas tugas  yang diberikan Bishop sesuai dengan kebutuhnnya
      Menerima laporan pelayanan dari orang orang yang ada dibawahnya.
      Bersama sama dengan Bishop menyusun berita pelayanan, rencana tahunan dan rencana anggaran Pendapatan belanja GKLI, yang akan disampaikan kepada rapat Majelis Pusat, laporan pertanggungjawaban dan rencana strategi ke synode agung.
      Mempersiapkan segala keperluan yang berkenan dengan pelaksanaan synode agung dan rapat rapat lain di tingkat Pusat
      Bersama sama dengan Bishop menyelenggarakan rapat pimpinan GKLI
      Membuat evaluasi dan  menyampaikan pertanggungjawaban kepada Bishop melalui laporan rutin
    2.SYARAT MENJADI SEKRETARIS  JENDERAL

    1. Paling sedikit 10 tahun menjadi Pendeta  GKLI. Berusia minimal 40 tahun dan maximal 60 tahun pada saat pemilihan
    2. Latar belakang pendidikan minimal Strata 1 theologia jurusan kependetaan
    3. Sehat Rohani dan Jasmani
    4. Tidak perna kena sanksi Peraturan Penggembalaan dan hukum siasat gereja
    5. Dipilih oleh synode agung
    3.PERIODENYA

    Periodenya lima tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

    4.PEMILIHAN

    1. Synode Agung memilih  seorang dari calon yang telah ditetapkan dengan perhitungan suara hingga mencapai jumlah suara ½ N + 1 dari 2/3 jumlah peserta
    2. Panitia pemilihan diketuai oleh seorang pendeta seorang non pendeta yang diajukan oleh peserta synode agung
    3. Bishop terpilih  yang melantik Sekretaris Jenderal dalam suatu kebaktian minggu di gerja GKLI
    5.BERHENTI DAN BERHALANGAN

  • Berhenti
    1. Periodenya  selesai
    2. Minta berhenti
    3. Kena sanksi Peraturan Penggembalaan dan Hukum siasat gereja
    4. Meninggal dunia
  • Berhalangan :
    1. Berhalangan tidak tetap
      Apabila Sekretaris Jenderal karena sakit atau sesuatu hal, tugas Sekretaris Jenderal dijabat semetara oleh Ketua  Rapat Pendeta  menjadi pejabat sementara.

    2. Berhenti dan berhalangantetap
      Apabila Skretaris Jenderal meninggal atau tidak dapat lagi menjalakan tugas  pelayananya, maka jabatan Skretaris Jenderal oleh Ketua Rapat Pendeta sebelumrapat pendeta memilih Skretaris Jenderal sampai periodenya habis, yang disetujui oleh rapat Pendeta

       

      Pasal 20
      BENDAHARA UMUM

      1.PENGERTIAN :
      Bendahara umum adalah yang bertugas mengelola keuangan GKLI umum

      2.TUGASNYA;
      a. Menata dan mengelola semua asset bergerak dan tidak di GKLI
      b.Menerima dan menyimpan, mengeluarkan serta mengawasi aliran keuangan di GKLI sesuai dengan peraturan keuangan umum GKLI
      c.Memberi laporan perbendaharaan Kepada pucuk pimpinan GKLI, Paling sedikitnya tiga  bulan sekali

      3.PENGANGKATAN
      Pucuk Pimpinan GKLI mengangkat bendahara umum dengan surat keputusan

      4.SYARAT
      a.Seoarang pelayan tahbisan warga GKLI
      b.Terpercaya dan mempunyai keahlian tentang keuangan
      c.Sehat Rohani dan Jasmani
      d.Berusia  paling sedikit 35 tahun dan maximal 56 tahun
      e. Berpendidikan S1

      Pasal 21
      MAJELIS PUSAT GKLI
      1. Majelis Pusat GKLI adalah badan Pekerja Synode Agung GKLI, yang terdiri dari :

      1. Bishop
      2. Skretarsi Jenderal
      3. Semua Kordinator Wilayah
      4. Utusan Evangelium 1  orang
      5. Utusan Penatua 3 orang
      6. Utusan Vorganger 2  orang
      7. Utusan  Pemuda 1 orang
      8. Utusan perempuan 1 orang
      9. Utusan Cendikiawan 3 Orang

      2. PERSIDANGAN MAJELIS PUSAT

      1. Sidang Majelis pusat diundang oleh  Bishop dan Sekretaris  Jenderal.
      2. Sidang Majelis Pusat dibuka dan ditutup oleh Bishop
      3. Persidangan dipimpin oleh Majelis Ketua Persidangan yang terdiri dari 3 ( tiga ) orang dan satu notulis yang dipilih  dari anggota  Majelis Pusat diluar Pucuk Pimpinan dan pemilihannya serta masa tugasnya berlaku semasa persidangan.
      4. Keputusan Majelis Pusat ditanda tangani oleh Ketua Majelis Persidangan

      3.MAJELIS PUSAT DIBAGI ATAS KOMISI KOMISI YANG MENCAKUP:

      1. Komisi I/ Kerohanian mencakup tugas tugas dibidang pelayanan kerohanian, pendidikan theologia dan pendidikan umum
      2. Komisi II/ Umum mencakup tugas  tugas di bidang  organisasi/ struktural GKLI, paraturan dan hukum.
      3. Komisi III/ Keuangan dan harta benda yang mencakup tugas tugas di bidang keuangan, harta benda, Rencana Anggaran Belanja, Yayasan dan proyek  proyek

      4.PEMILIHAN

      Majelis Pusat dipilih dalam synode Agung untuk satu periode selama  lima tahun

      5.BERHENTI

      1. Periodenya selasai selesai
      2. Minta berhenti
      3. Kena sanksi Peraturan Pengembalaan dan siasat gereja GKLI
      4. Meninggal dunia

      6.PERGANTIAN ANTAR  WAKTU

      Periode anggota Majelis Pusat berakhir apabila Majelis Pusat GKLI yang bersangkutan dimutasikan dari tempat pelayananya atau tidak dapat menjalankan tugasnya, maka keanggotaanya akan gugur, dan wilayah/ utusan bersangkutan akan memilih penggantinya pada synode berikutnya.

      Pasal 22
      INSPEKTORAT  KEUANGAN GKLI

      1.PENGERIAN:

      a.  Inspektorat keuangan GKLI adalah satu organ yang terdiri dari tiga orang yang mengaudit dan memeriksa keuangan mulai dari jemaat, resort,dan pusat di semua unit kerja pelayanan GKLI

      2.TUGAS

      a.Memeriksa dan mengadakan audit pengelolaan keuangan dan kekayaan di semua orang pelayanan GKLI
      b.Membuat laporan berkala pemeriksaan dan evaluasi penggunaan keuangan, kekayaan yang disampaikan kepada Pucuk Pimpinan GKLI
      c.Menyampaikan GKLI setiap kali satu kali satu tahun
      d.Mengawasi kekayaan dan keuangan GKLI
      e.Bertanggungjawab kepada rapat Pimpinan GKLI

      Pasal 23
      BADAN PEKERJA  RAPAT PENDETA
      PENGERTIAN

      Badan pekerja Rapat pendeta adalah wadah konsultatif para pendeta GKLI  yang aktif dalam memperbincangkan dimensi theologia tentang berbagi hal yang berhubungan dengan kehidupan persekutuan dan kesaksian di GKLI di dunia. Rapat Pendeta terlaksana atas undangan Pimpinan Pusat, dengan mengambil tempat secara bergiliran di wilayah wilayah.

      1. Rapat Pendeta dilaksanakan 1 ( satu ) kali dalam satu tahun, untuk mendengar membahas dan menetapkan sikap terhadap laporan Badan Pekerja Rapat Pendeta ( di singkat BPRP ) tentang pelaksanaan mandat pertemuan tahunan sebelumnya dan pelaksanaan tugasnya yang lain yang diatur ART GKLI ini.
      2. Badan Pekerja Rapat Pendeta dibentuk dalam rapat khusus dalam synode Agung yang terdiri dari seorang ketua merangkap anggota, seoarang sekretaris merangkap anggota dan tiga orang anggota lainnya untuk:
      3. Mempersiapkan bahan bahan dan cara rapat pendeta, serta dan  menyebarluaskannya kepada para pendeta GKLI
      4. Mendampingi Pucuk Pimpinan GKLI, dalam tugas pengembalaan dilingkungan GKLI
      5. Menyampaikan pertimbangan dan kesepakatan rapat pendeta kepada Majelis Pusat

      SYARAT MENJADI  ANGGOTA  BADAN PEKERJAAN RAPAT PENDETA

      a.Paling sedikitnya sudah 10 tahun menerima tahbisan kependetaan di GKLI
      b.Tidak pernah kena sanksi Peraturan Pengembalaan dan hukum siasat gereja
      c.Sehat Rohani dan Jasmani
      d.Usia paling rendah 40 tahun dan maksimal 60 tahun pada saat pemilihan

      PERIODENYA
      Periodenya  lima tahun

      BAB VI


      Pasal 24
      JABATAN TAHBISAN DI  GKLI

      PENGERTIAN

      Jabatan tahbisan adalah jabatan gerejawi yang diembankan kepada seseorang pelayan  melalui penahbisan sesuai dengan agenda GKLI

      Pasal 25
      JENIS JABATAN  TAHBISAN
      Di GKLI ada empat jenisjabatan sesuai dengan Konfessi dan Agenda GKLI
      a.Pendeta
      b.Evangelist/Penginjil
      c.Guru Jemaat / Vorganger
      d. Penatua

      Pasal 26
      PENDETA
      A. PENGERTIAN

      Pendeta adalah yang menerima jabatan kependetaan di GKLI melalui Bishop sesuai dengan Agenda GKLI. Dalam jabatan kependetaan ini tercakup ketiga jabatan Kristus, yaitu nabi, imam dan raja

      B. SYARAT MENJADI  PENDETA GKLI

      1. Lulusan Sekolah Tinggi GKLI atau sekolah tinggi teologia jurusan kependetaan yang sealiran  dengan  GKLI
      2. Membuat surat permohonan kepada Pucuk Pimpinan GKLI
      3. Telah menjalani praktek kependetaan selama 2 tahun di GKLI dan dianggap mampu menerima jabatan kependetaan sesuai dengan rekomendasi Korwil dan pendeta resort
      4. Sehat Rohani dan jasmani
      5. Menerima tahbisan jabatan kependetaan dari  Bishop GKLI

      C. TUGAS  JABATANNYA

      1. Untuk memelihara harta yang diterima dari Tuhan Jesus seperti yang dilakukan gembala memelihara yang dipercayakan kepadanya agar jangan tersesat. Kareana itu bahwa pada suatu saat kelak harus mempertanggungjawabkan mereka yang digembalakan.
        Pendeta haruslah menjadi teladan bagi mereka yang dipercayakan kepadanya.Karena itu beritakanlah dengan jelas kepada mereka Firman Tuhan yang tertulis didalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Mengambil dari Firman itu menjadi pengajaran, nasehat, tegoran, penghiburan dan peringatan kesalahan sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Karena demikianlah dilakukan para Rasul sebagaimana Rasul Petrus berkata:” Jika ada orang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai  orang yang menyampaikan Firman Allah. Jika ada yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah dipermuliakan segala sesuatu Karena Jesus Kristus.Lawanlah dan taklukkanlah segala perkara dengan Firman Allah. Dengan lemah lembut tegorlah orang yang melawan agar Allah memperbaharui hati dan mengena kebenaran. Karena itu peliharalah dirimu dan persekutuan itu, kemanapun ditetapkan oleh Roh Kudus untuk mengembalakan jemaat Allah yang telah ditebus dalam Tuhan Jesus Kristus.
        Pendeta harus memberitakan Jesus Kristus yang diutus Allah untuk memperbaharui persekutuan manusia dengan Allah, karena Dialah jalan kepada hidupan, jalan kepada pertobatan dan jalan untuk kerukunan manusia dengan Allah
        Kerukunan itulah diberitakan kepada jemaat yang dipercayakan kepadamu. Maka sebagai utusan kristus untuk membujuk da mengatakan kepada mereka”berlah dirimu didamaikan dengan  Allah”
      2. Sama seperti kesungguhanmu menasehati orang orang yang hidup dalam kerendahan kepada  Allah, demikianlah juga kesungguhanmu menegor mereka yang tidak mau datang kepada kehidupan, supaya tidak seorangpun menjadi sesat karena tidak ada nasehat, sehingga mereka  tidak dituntut kepadamu. Ingatlah selalu Firman yang berbunyi demikian. Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engka menjadi penjaga bagi kaum  Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu Firman dari pada-Kuperingatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: hai orang jahat, engkau pasti mati- dan engkau tidak berkata apa apa untuk memperingatkan oarang jahat supaya bertobat dari hidupnya , orang jahat itu  akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggung jawaban atas nyawanya dari padamu. Tetapi jkalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi  ia tidak mau, ia akan mati dalam kesalahannya,tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu .
      3. Tetapi tidak hanya tugas pelayanan diuraikan tadi yang diserahkan kepeda pendeta. Sebab ketika Tuhan Jesus Kristus hendak meninggalkan dunia ini, Dia menetapkan dua Sakramen. Yang Pertama adalah Perjamuan Kudus. Sedangkan yang satu lagi adalah Babtisan Kudus, yang telah dipesankan pada saat Dia hendak naik ke Sorga. Karena itu peliharalah kedua pekerjaan kudus itu dan melaksanakannya sebagai pelayan pelayan di dalam rumah Allah. Teliti dan amatilah  para anggota jemaat,agar hanya mereka yang patut, mereka yang mengenal dosadosanya, mereka yang menesali perbuatannya dan mau bertobat,mereka yang layak mengikuti perjamuan Kudus. Tegorlah dan laranglah orang yang jahat  yang cinta dosa tidak mendekati yang kudus itu.Ingatlah:Tuhan Jesus menyerahkan kunci Sorga kepada gereja agar dikucilkan mereka yang tidak mau berobah hati dan bertobat, karena dikatakan: Kepadamu akan kuberi kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepas di dunia ini terlepas di sorga. Dan lagi Jesus berkata:Terimalah Roh Kudus. Jakalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni dan jakalau kamu  mengatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.
      4. Selain dari pada itu tekunlah mendididk dan memelihara anak anak seperti yang dilakukan Jesus Kristus. Dia berkata:Biarkanlah anak anak itu datang kepadaKu, jangan menghalanghalangi mereka,sebab orang yang seperti itulah  yang empunya kerajaan Allah.Karena itu ajarkanlah Firman  Allah kepada anak anak. Nasehatilah mereka agar tekun beribada kepada Allah dan mengasihi sesamanya.
        Cegahlah segala penyesat karena saudara adalah gemabala, seperti yang difirmankan Tuhan Jesus Kristus” gembalakanlah domba dombaKu.
      5. Jaga dan peliharalah seluruh anggota jemaat, para janda, kaum bapa, kaum ibu, anal lakilaki, anak perempuan, seperti diperbuar Rasul Paulus. Katanya: sebab itu berjagajagalah dan ingatlah bahwa Aku tiga tahun lamanya, siang malam dengan tiada henti hentinya menasehati kamu masing masing dengan mencucurkan air mata. Doakanlah semua orang yang diserahkan kepadamu, agar Tuhan Jesus menjaga dan memberkati mereka dalam Roh Kudus.
      6. Selanjutnya Pendeta harus memiliki cara hidup yang baik agar menjadi contoh dan teladan bagi mereka yang digembalakan. Teladan dalam perkataan, cara hidup, iman dan kasih. Ingatlah yang dikatakan Firman Allah: karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tidak bercacat, suami dari satu istri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan pemabuk, bukan pemara, melainkan peramah, pendamai, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati anak anak. Jikalau seorang tidak tau mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus jemaat Allah?.
      7. Demilianlah seluruh perbuatan pendeta harus dilakukan dengan baik sesuai dengan yang diaturkan oleh \pimpinannya. Hendaklah sepakat dengan sesama pendeta. Didalam kepatuhan kepada Allah, janganlah berpikr sendiri sendiri dan berselisih paham, serta saling memfitnah, agar memperoleh seperti  apa yang didoakan Tuhan Jesus kepada bapaNya: Supaya mereka  semua menjadi satu, sama seperti Engkau Bapa, di dalam Aku dan, Aku di dalam engkau, agar mereka juga didalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa engkaulah yang mengutus Aku”.

      D. Tempat Pelayanan Pendeta

      1. Rapat Majelis  Pusat memutuskan penempatan Pendeta GKLI
      2. Pendeta GKLI dapay melayani di luar GKLI melalui persetujuan/rekomendasi dari Pucuk Pimpinan GKLI
      3. Pendeta yang bekerja di luar GKLI jika tidak dengan atau melalui persetujuan/ rekomendasi Pucuk Pimpinan GKLI ,dianggap tidak lagi sebagai pendeta GKLI

      E. MUTASI

      1. Rapat Majelis Pusat menentukan Mutasi Pendeta GKLI
      2. Masa Periode seorang Pendeta disatu jemaat ( resort ) adalah lima tahun dan paling lama dua periode
      3. Seorang Pendeta dapat dimutasikan walaupun belum ilma tahundi satu tempat, sesuai dengan pertimbangan Pucuk Pimpinan GKLI

      F. PENSIUN

      1. Seoarng Pendeta Pensiun apabila usianya sudah 65 tahun,dan kependetaanya tetap , dan Pucuk Pimpinan GKLI akan  mengeluarkan surat keputusan Pensiun
      2. Kepada pendeta yang pensiun akan diberikan gaji pensiun yang besarnya akan diatur dalam peraturan tersendiri.

      G. BERHENTI DARI JABATAN KEPENDETAANYA.

      1. Tidak melaksanakan jabatan kependetaanya.
      2. Karena kena sanksi Peraturan Penggembalaan dan Hukum siasat gereja
      3. Meninggal dunia
      4. Berhenti karena hak Pensiun.

      Pasal 27
      EVANGELIS/ PENGINJIL

      1. PENGERTIAN  EVANGELIST

      Evangelist/ Penginjil adalah orang  yang bertugas dilapangan evangelisasi untuk pengembangan gereja

      2. SYARAT MENJADI EVANGELIST

      1. Lulusan sekolah Tinggi Theologia GKLI atau sekolah Tinggi theologia yang sealiran dengan GKLI.
      2. Minimal  berpendidikan Diploma  3  Theologia
      3. Sehat Rohani dan jasmani
      4. Menerima tahbisan evangelist dari Bishop GKLI

      3. TUGASNYA

      1. Evangeli adalah teman sekerja pendeta untuk membingbing dan mengamati anggota jemaat yang ada di gereja Kristen Luther Indonesia, untuk memberitakan Firman Allah yang tertulis di dalam Perjanjian lama dan Perjanjian Baru,ditengah tengah jemaat yang dipercayakan kepadanya.
      2. Oleh karena Evangelist sebagai penginjil di dalam jemaat, haruslah berusaha sekuat tenaga mengembalakan domba domba Tuhan yaitu, para anggota jemaat yang telah dewasa ataupun anak anak, orang muda ataupun orang tua, yang sakit atau yang sehat dan yang jahat dan yang baik. Hiburlah hati orang orang yang berduka, teguhkanlah para janda dan yang yatim piatu.
      3. Selain dari pada itu Evangelist harus membingbing para penyembah berhala, juga pemeluk agama agama lain yang menyimpang dari Firman Allah dan dari jemaatnya, supaya mereka memperoleh bagian dalam karya Penyelamatan Tuhan Jesus dasar kepercayaan itu.
      4. Karena sebagai penginjil di gereja Kristen Luther Indonesia, maka diserahkan tugas pelayanan ditengah tengah kaum bapa,ibu, muda/i dan anak anak. Selai pengetahuan akan Firman Allah yang akan diajarkan dan dinasehatkan kepada mereka harus memelihara dengan mengembangkan pelayanan sesuai bagi mereka.
      5. Agar semua yang diuraikan tadi dapat terlaksana, Evangelist harus miliki cara hidup yang baik dihadapan Allah dan dihadapan jemaat. Hendaklah menjadi teladan bagi mereka yang dipercayakan Allah kepadamu. Segala nasehat yang telah disampaikan kepadamu camkanlah dengansegenap hatimu sesuai Firman Allah yang benar.

      4. TEMPAT PELAYANANNYA

      Rapat Pucuk Pimpinan dengan Majelis Pusat menentukan pelayananya

      5. MUTASI

      1. Rapat Pucuk Pimpinan dengan Majelis Pusat menentukan mutasi Evangelist
      2. Masa periodenya di satu tempat dalam  lima tahun, dan paling lama dua periode
      3. Seorang evanglist dapat dimutasikan walaupun belum lima tahun di satu tempat, sesuai dengan pertimabangan Pucuk Pimpinan GKLI

      6. MUTASI

      1. Seorang Evangelist pensiun apabila usianya sudah 65 tahun, dan jabatannya tetap dan Pucuk Pimpinan GKLI akan mengeluarkan surat keputusan pensiun
      2. Kepada Evangelist yang pensiun akan diberikan gaji yang besarnya akan diatur dalam peraturan tersendiri

      7. BERHENTI DARI JABATAN EVANGELIST

      1. Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya
      2. Karena kena sanksi Peraturan Pengembalaan dan hukum siasat gereja
      3. Meninggal dunia
      4. Hak pensiun

      Pasal 28
      GURU JEMAAT/ VORGANGER

      1. PENGERTIAN

      Guru Jemaat adalah  tamatan Sekolah Guru jemaat GKLi yang ditempatkan oleh Pusat atau salah seorang  penatua yang menerima jabatan guru / vorganger dari pendeta resort yang dipilih oleh Penatua di jemaat masing masing.

      2. SYARAT MENJADI GURU  JEMAAT/ VORGANGER:

      1. Salah seoarang yang tamat dari sekolah guru Jemaat GKLi setelah ditahbiskan menjadi guru jemaat, atau salah seoarang dari penatua yang telah dipilih oleh rapat dewan penatua yang dipimpin oleh pendeta resort.
      2. Penatua yang telah menjalankan jabatannya paling rendah 5 tahun di GKLI
      3. Penatua yang pendidikannya diperioritaskan tamatan SLTA
      4. Penatua yang berumur antara 30 tahun 56 tahun pada saat pemilihan
      5. Tidak pernah kena sanksi peraturan penggembalaan dan hukum siasat gereja.
      6. Ditetapkan olrh Pendeta resort

      3. TUGASNYA

      1. Guru jemaat adalah teman sekerja pendeta untuk mengamati anggota jemaat yang ada didalam gereja Kristen Luther indonesia. Sebagai teman sekerja Pendeta untuk memberitakan Firman yang hidup yang tertulis di dalam Perjanjian lama dan Perjanjian Baru ditengah tengah jemaat yang dipercayakan kepadanya.
      2. Guru jemaat adalah sebagai pengkotbah di jemaat, karena itu haruslah berbuat dengan segala kekuatan untuk mengembalakan domba domba Tuhan, yaitu mereka yang dewasa dan anak anak pemuda dan orang tua yang sakit dan yang sehat, yang jahat dan yang baik. Menghibur merka yang berdukacita dan menolong para janda dan yatim piatu.
      3. Guru jemaat harus membingbing para penyembah berhala dan menasehati mereka yang belum mengenal Tuhan, serta yang menjauhkan diri dari Firman Tuhan dan dari persekutuan jemaatnya. supaya mereka turut serta memperoleh bahagian  di dalam karia penyelamatan Tuhan Jesus Kristus yang adalah dasar iman kepercayaan kita. 
      4. Karena sebagai guru jemaat digereja Kristen Luther Indonesia, kepadanya diserahkan tugas mendidik anak anak, harus mengajarkan Firman Tuhan supaya mereka mengenal Tuhan Jesus.
      5. Agar yang diuraikan diatas terlaksana, guru jemaat harus memiliki cara hidup yang baik dihadapan Allah dan dihadapan Jemaat. Jadilah teladan bagi jemaat yang diserahkan Tuhan Kepadamu.
      6. Menyampaikan berkat tampa menumpangkan tangan.
      7. Menghadiri rapat guru jemaat/Vorganger,yang berhubungan dengan masalah theologia,liturgi dan mencalonkan satu orang utusannya menjadi Anggota  Majelis Pusat di synode agung.

      4. PERIODENYA:

      Peridenya lima tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut.

      5. MUTASI GURU JEMAAT YANG DITEMPATKAN PUSAT

      1. rapat pucuk pimpinan dengan Majelis Pusat menentukan mutasi guru Jemaat
      2. Masa periodenya di satu tempat adalah lima tahun,dan paling lama dua periode
      3. Seorang guru Guru jemaat dapat dimutasikan walaupun belum lima tahun di satu tempat, sesuai dengan pertimbanagn Pucuk Pimpinan GKLI

      6. CARA PEMILIHAN

      1. Penatua yang telah 5 tahun menjalankan tugas kepenetuannya di GKLI dapat mencalonkan diri menjadi guru jemaat/vorganger
      2. Dapat dilakukan secara musyawarah dan mupakat
      3. Yang  menerima suara terbanyak ( setengah dari jumlah pemilih ditambah  satu dinyatakan menang.

      7. BERAKHIRNYA MASA JABATANNYA

      1. Seorang guru jemaat pensiun atau vorganger berakhirnya masa jabatannya apabila usianya sudah  65 tahun
      2. Pucuk  Pimpinan GKLI akan mengeluarkan SK berakhirnya jabatan bagi guru jemaat yang ditempatkanoleh pusat
      3. pendeta resortakan mengeluarkanSK bagi  vorganger yang dilih oleh dewan penatua.

      8. BERHENTI

      1. Periodenya telah selesai.
      2. Berhenti dari jabatan guru jemaat/vorganger
      3. Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya
      4. Meminta berhenti sebelum  periodenya selesai
      5. Karena kena sanksi Peraturan Pengembalaan dan hukum siasat gereja atau  salah melaksanakan tugasnya atas pertimbangan dari rapat pelayanan tahbisan.
      6. Pindah ke jemaat atau agama lain
      7. Meninggal dunia
      8. Hak pensiun bagi guru jemaat  yang ditempatkan oleh Pusat

    3. Pasal 29
       PENATUA
      A. PENGERTIAN
      Penatua adalah yang menerima jabatan penatua dari GKLI melalui pendeta resort oleh  sesuai dengan agenda GKLI

      B. SYARAT MENJADI PENATUA
      a.Warga jemaat yang mempersembahkan dirinya menjadi penatua di jemaat  yang telah sidi.
      b.Yang rajin mengikuti kebaktian Minggu dan Perjamuan Kudus serta kegiatan gerejawi lainnya
      c.Berperilaku tidak bercela
      d.Paling sedikit telah berumur 20 tahun
      e. Sehat Rohani dan jasmani
      f. Dipilih dari antara jemaat dari antara mereka dan ditetapkan pleh rapat pelayan tahbisan

      C. TUGASNYA
      1. Penatua adalah pelayan jemaat untuk mengamati anggota anggota jemaat yang dipercayakan kepada mereka dan meneliti perilakunya. Apabila penatua mengetahui seseorang tidak berperangai yang baik, dia harus ditegor dan diberitahukan kepada guru jemaat dan kepada pendeta untuk dinasehati.
      2. Mengajal anggota jemaat untuk datang beribadah dan meneliti alasan alasan orang orang tidak mengikutinya.
      3. Mengajak para anak sekolah supaya rajin bersekolah
      4. Mengunjungi orang sakit dan memberi bantuan sesuai dengan kemampuannya, namun yang terpenting adalah mengingatkan mereka akan firman Allah dan mendoakannya.
      5. Menghibur orang yang berdukacita, merawat orang yang susah dan orang yang miskin
      6. Membingbing penyembah berhala, orang sesat supaya turut serta memperoleh hidup dalam Jesus Krisrus.
      7. Membantu pengumpulan dana dan tugas pelayanan Kerajaan Allah.
      8. Saudara harus memiliki cara hidup yang baik dihadapan Allah dan dihadapan jemaat.
      9. Melaksanakan babtisan darurat
      10. Menyusun  statistik warga jemaat dilingkungannya masing masing
      11. .Mengikuti sermon dan rapat penatua
      12. Menyampaikan berkat tanpa penumpangan tangan

      D. TEMPAT PELAYANAN
      a.Lingkungan keberangkatannya dan jemaat dimana ia terdaftar sebagai anggota.
      b.rapat pelayanan  tahbisan yang menentukan bidang bidang pelayanan penatua di jemaat

      E. MUTASI
      Penatua yang pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, tidak  otomatis menjadi anggota pelayan dijemaat yang baru;tetapi jabatan penatuanya tetap, kecuali membawa surat keterangan  dari jemaat yang ditinggalkan

      F. BERAKHIRNYA MASA BAKRINYA
      Seorang penatua berakhirnya  masa baktinya apabila sudah berumur 65 tahun, tetapi jabatan penatuanya tetap, dan pendeta resort menerbitkan surat ketetapan berakhirnya masa baktinya.


      G. BERHENTI DARI TUGAS PENATUA
      a.Tidak melaksanakan jabatan tahbisannya
      b.Karena permintaan sendiri
      c.Kena sanksi Peraturan pengembalaan dan hukum siasat gereja GKLI
      d.Meninggal dunia.

      BAB VII
      RAPAT DI GKLI


      Pasal 30
      RAPAT JEMAAT

      1.RAPAT JEMAAT  BERTUGAS:
      1. Memprogramkan kebijakan umum pelayanan di jemaat sesuai dengan keputusan Synode Agung, rapat Majelis Pusat, rapat Pimpinan GKLI, rapat kordinasi wilayah, rapat resort.
      2. Memprogramkan, menusun dan menetapkan rencana strategi di jemaat untuk melaksanakan keputusan Synode Agung, Majelis pusat, Pimpinan GKLI, rapat Kordinasi wilayah, rapat resort.
      3. Menetapkan rencana tahunan dan anggaran tahunan jemaat yang disampaikan oleh rapat pelayan tahbisan melalui pimpinan jemaat.
      4. Menerima laporan dan mengevaluasi pelaksanaan pelayanan di jemaat sesuai dengan rencana  strategi dan rencana tahunan.

      2.PIMPINAN RAPAT JEMAAT:
      Pimpinan jemaat ( Guru jemaat/ Vorganger )

      3.ANGGOTA RAPAT JEMAAT
      a.Skretaris jemaat merangkap anggota
      b.Bendahara jemaat merangkap anggota
      c.Semua pelayan jemaat
      d.Semua warga jemaat atau wakil wakil dari lingkungan.

      4.WAKTU
      Rapat jemaat diadakan paling sedikit satu kali dalam satu tahun.

      Pasal 31
      RAPAT PELAYAN TAHBISAN JEMAAT
      1.RAPAT PELAYAN TAHBISAN JEMAAT TUGAS:
      1. Memprogramkan dan menyusun rencana strategi, rencana tahunan, dan anggaran pendapatan belanja tahunan jemaat untuk dibawakan ke rapat jemaat supaya ditetapkan
      2. Mengevaluasi pelaksanaan strategi dan rencana tahunan
      3. Melaksanakan keputusan Synode Agung, rapat kordinasi wilayah dan rapat resort
      4. Menyelesaikan masalah masalah yang ada dijemaat
      5. Membuat laporan laporan yang diperlukan  ke rapat jemaat, resort dan kordinator wilayah dan Pusat
      6. Memilih pimpinan jemaat (Vorganger ) jikalau belum ada guru jemaat yang ditempatkan oleh Pusat
      7. Memilh Skretaris jemaat, bendahara jemaat, dan dewan keuangan jemaat dan seksi seksi yang ada di jemaat
      8. Memilih anggota synode Agung dari penatua ( sesuai dengan aturannya )
      9. Mengawasi pelaksanaan pemberitaan Firman Tuhan, Konfensio, Agenda, Peraturan penggembalaan dan hukum Siasat gereja dan Anggaran Rumah Tangga GKLI
      10. Memikirkan hal hal yang berhubungan dengan kehidupan rohani warga jemaat
      11. Memikirkan pengajaran untuk pelayanan Firman Tuhan kepada sekolah Minggu, remaja, Muda/i, dan orang dewasa
      12. Mengadakan pelayanan Diakonia, penginjilan, dan pengembangan masyarakat
      13. Menyusun  tertib Administrasi jemaat
      14. Mempertimbangkan teman sejabatannya
      2.PIMPINAN RAPAT:
      Pimpinan jemaat ( Guru jemaat/Vorganger )

      3.WAKTUNYA
      Rapat diadakan paling sedikit enam bulan sekali. Dan didalam sermon dapat membicarakan hal hal yang berhubungan dengan kehidupan jemaat.

      Pasal 3
      RAPAT PELAYAN  JEMAAT

      1.RAPAT PELAYAN BERTUGAS:
      Melaksanakan rencana strategi dan rencana tahunan yang telah ditetapkan oleh rapat jemaat

      2.PIMPINANNYA
      Pimpinan jemaat ( Guru jemaat/Vorganger)

      3.ANGGOTA RAPAT
      Semua pelayan dijemaat sesuai dengan seksi seksi yang ada di jemaat tersebut

      4.WAKTU RAPAT
      Rapat diadakan paling sedikit satu kali dalam satu tahun

      Pasal 33
      RAPAT MAJELIS PUSAT
      1. RAPAT MAJELIS PUSAT
        1. Menerima usulan anggaran dari setiap seksi
        2. Menyusun Rencana  Anggaran Pendapatan dan Belanja jemaat setiao bulanan dan tahunan untuk disampaikan kepada rapat jemaat
        3. Menetapkan anggota sidi, anggota siasat dan anggota persiapan
        4. Mengkordinir setiap seksi di dalam melaksanakan rencana tahunan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
      2. WAKTU RAPAT
        Rapat Majelis jemaat diadakan paling sedikit satu kali dalam satu tahun yang dihadiri oleh seluruh anggota majelis jemaat ( Pasal 10 )
        Seluruh rapat yang diadakan di jemaat harus dihadiri, jika Pendeta Resort hadir dalam rapat jemaat tersebut dia bertindak sebagai penasehat.

      BAB VIII
      Pasal 34
      RAPAT DI TINGKAT RESORT
      TUGASNYA:
      a.Melaksanakan keputusan Synode Agung , rapat Majelis Pusat, rapat Kordinasi Wilayah
      b.Menetapkan rencana starategi, rtencana tahunan dan Rencana  Anggaran Pendapatan dan Belanja Resort yang diusulkan oleh rapat majelis Resort
      c.Menetapkan Kontribusi dari jemaat jemaat yang bergabung dalam resort untuk memenuhi anggaran belanja resort
      d.Memilih satu orang Skretaris resort dari anggota rapat resort untuk mengurus administrasi resort
      e.Memilih seorang bendahara resort dari anggota rapat resort untuk mengurus bagian harta benda dan keuangan resort
      f.Mengadakan kordinasi pelayanan di setiap jemaat yang tergabung dalam resort itu
      g.Menerima laporan dari pendeta resort

      PIMPINAN RAPAT MAJELIS RESORT:
      Pendeta resort

      ANGGOTANYA:
      a.Guru jemaat/ vorganger dari setiap jemaat
      b.Sekretaris Resort
      c.Bendahara resort
      d.Bendahara dari setiap jemaat
      e.Semua pelayan penuh waktu yang ada di resort tersebut
      f.Seorang dari setiap kategorial ( seksi ) yang ada di resort itu
      g.Seorang dari setiap dewan yang di jemaat yang ada  di resort

      WAKTUNYA:
      Rapat diadakan dalam  satu kali dalam satu tahun

                  Pasal 35
                  RAPAT MAJELIS RESORT

      TUGASNYA:
      a.Melaksanakan keputusan Synode Agung, rapat majelis pusat, rapat kordinasi wilayah
      .b.Menyusun strategi, rencana tahunan dan rencana Anggaran pPendapatan dan belanja resort untuk ditetapkan di rapat resort
      c.Membuat evaluasi dan laporan segenap kegiatan di resort yang disampaikan ke rapat resort melalui resort


      PIMPINANNYA
      Pendeta resort

      ANGGOTA  RAPAT
      Yang dipilih oleh rapat resort dari antara anggota resort

      WAKTUNYA
      Rapat diadakan paling sedikit satu kali dalam satu tahun

      BAB IX


      Pasal 36
      RAPAT  KORDINASI WILAYAH

      TUGASNYA:

      a.Memikirkan jalan untuk mendewasakan kehidupan rohani anggota jemaat.
      b.Mengupayakan peningkatan pengetahuan tentang Firman Tuhan bagi pelayanan tahbisan.
      c.Menyampaikan saran saran kepada bishop untuk peningkatan kemampuan para pendeta, guru jemaat/ vorganger, evangelist dan calon calon pelayan
      d.Membicarakan pelayanan korwil di setiap wilayah

      PIMPINANNYA
      Kordinator wilayah

      ANGGOTANYA
      Semua Pendeta, evangelist di wilayah masing masing korwil

      WAKTUNYA
      Paling sedikit satu kali dalam satu tahun

      BAB X


      Pasal  37
      RAPAT  PENDETA

      1.TUGASNYA

        Membicarakan dan merumuskan ajaran, theologia, aturan penggembalaan dan siasat gereja GKLI.
        Menumbuh kembangkan persaudaraan di semua pendeta GKLI
        Membicarakan dan mengupayakan peningkatan kehidupan pendeta sesuai dengan Firman Tuhan
        Membicarakan dan menerima kembali pendeta GKLI yang dikenai sanksi Peraturan penggembalaan dan siasat GKLI.

      2. ANGGOTANYA

        Semua Pendeta GKLI

      3.PIMPINANNYA

        Ketua badan pekerja rapat Pendeta

      4.WAKTUNYA:

        Dua yahun sekali

      BAB XI
      RAPAT DI TINGKAT PUSAT


      Pasal 38
      SINODE AGUNG

      Synode Agung GKLI adalah lembaga permusyawaratan tertinggi di GKLI yang bersidang dua kali dalam satu periode (dalam arti tahun ketiga dan tahun kelima)

      A.TUGASNYA
      1. Memperhatikan kehidupan gereja berpedoman kepada Alkitab sebagai satu satunya sumber kebenaran.
      2. Menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan lainnya di GKLI
      3. Menetapkan Rencana induk Pengembangan Pelayanan GKLI
      4. Menetapkan  rencana strategi GKLI
      5. Menetapkan sikap umum GKLI
      6. Memilih,, mengukuhkan dan menetapkan Bishop, Sekretaris Jenderal, dan anggota Majelis pusat GKLI
      7. Mempertimbangkan dan menerima laporan Pucuk Pimpinan GKLI
      B.PIMPINANNYA

      1. Sebelum memilih majelis ketua, Synode Agung dipimpin oleh Bishop
      2. Untuk membantu Pimpinan Synode ( Bishop ) dalam memimpin sidang,lima orang dari peserta synode agung dipilih menjadi Majelis Ketua, yaitu 2 utusan pendeta, satu utusan evangelist, 1 utusan vorganger dan satu utusan penatua.
      3. Setelah Majelis Ketua sidang terpilih maka Bishop meyerahkan pimpinan sidang kepada Majelis Ketua Synode Agung.
        d.Setelah sinode agung  selesai, majelis ketua menyerahkan keputusan keputusan sinode agung kepada  Bishop dan Bishop menutup sinode agung.
      C. Anggotanya

      1. Bishop
      2. Sekretaris Jenderal
      3. Anggota Majelis Pusat
      4. Semua Ketua Departemen, Biro dan Komisi
      5. Semua Kordinator wilayah
      6. Semua Pendeta
      7. Semua Evangelist
      8. Semua Vorganger/guru Jemaat mewakili jemaat
      9. Seorang penatua mewakili anggota jemaat kurang dari  100 jiwa.
      10. Dua penatua mewakili anggota jemaat lebih dari 100-200 jiwa dstnya
      11. Ketua STT GKLI, dan semua dosen tetap STT GKLI
      12. Sat orang  utusan dari kaum ibu dan Pemuda /i dari setiap wilayah ( sebagai peninjau )

      Pasal 39
      SYNODE AGUNG ISTIMEWA

      Dalam hal yang luar biasa, Synode Agung Istimewa dapat dilaksanakan, jika bishop tidak dapat lagi menjalankan tugasnya ( meningggal dunia ), setelah 3 bulan Sekretaris Jenderal mempersiapkan  synode agung istimewa untuk memilih Bishop yang baru yang dihadiri oleh seluruh peserta synode agung.Tetapi kalau jangka dalam 6 bulan lagi akan diadakan synode agung, maka synode agung akan dipimpin oleh salah seorang pendeta yang tertua.

      Pasal 40.
      RAPAT  MAJELIS  PUSAT
      Tugasnya dan wewenang  Majelis Pusat GKLI:
      1. Memberikan masukan kepada Pucuk Pimpinan GKLI untuk mempersiapkan Program program pelayanan GKLI
      2. Mengolah pelaksanaan synode Agung untuk pelaksanaan:
      3. Bekerja sama dengan rapat pendeta mensahkan Rencana induk Pengembangan Pelayanan ( RIPP ) dan Rencana Kerja Tahunan ( RKT ) Pucuk Pimpinan
      4. Membuat dan memutuskan serta menetapkan peraturan yang dianggap perlu yang belum bertanggungjawab dalam synode agung
      5. Membahan dan mensyahkan Program dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja tahunan yang diajukan oleh Pucuk Pimpinan GKLI
      6. Membuat dan membicarakan laporan inspektorat keuangan GKLI
      7. Memilih Inspektorat keuangan GKLI, Kepla Biro, komisi yang diajukan oleh Pucuk Pimpinan
      8. Menerima dan membicarakan laporan inspektorat keuangan GKLI
      9. Menetapkan peraturan peraturan yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga GKLI dan memantapkan pelayanan pelayanan di GKLI
      10. Membicarakan dan menetapkan tempat pelayanan dan mutasi pelayanan penuh waktu di GKLI
      Pimpinannya:

        Bishop

      Waktunya:

        Paling sedikit satu kali dalam satu tahun

      Pasal  41
      RAPAT PIMPINAN GKLI
    4. Tugasnya:
      1. Membicarakan dan merencanakan upaya melaksanakan tugas tugas Pimpinan GKLI
      2. Memikirkan dan menentukan pembentukan,  biro biro, komis komisi,dan yayasan sesuai dengan kebutuhannya, untuk meningkatkan pelaksanaan tugas panggilan gereja
      3. Membicarakan dan melaksanakan saran saran dari Synode Agung, Majelist Pusar, Inspektorat keuangan GKLI
      4. Mempersiapkan Pelaksanaan Synode Agung, rapat anggota Majelis Pusat, dan rapat pendeta
      5. Memilih Bendahara Umum GKLI yang diajukan oleh Pucuk Pimpinan GKLI
      6. Memimpin dan menjalankan sikap umum GKLI yang telah diputuskan  oleh Synode Agung
      7. mempertimbangkan dan memberi rekomendasi kepada pelayanan penuh waktu di GKLI untuk tugas di luar GKLI, dan mengutus pelayan pelayan GKLI untuk bekerja dibadan badan oikumene.
      8. Mengawasi lembaga pendidikan theologia di GKLI dan lembaga umum yang ada di GKLI
      9. Memberikan pemikiran pemikiran/ usul usul untuk meningkatkan lembaga pendidikan GKLI
    5. Pimpinannya:
      Bishop

    6. Anggotanya:
      a.Bishop
      b.Sekretaris Jenderal
      c.Kepala Departemen, biro dan komisi

    7. Waktunya:
      Sesuai dengan kebutuhannya

      BAB XII

      Pasal 42
      HARTA GEREJA
      1. Harta gereja GKLI adalah seluruh uang dan barang baik  bergerak dan yang tidak bergerak yang ada di jemaat, Resort ,Wilayah, Pusat, maupun badan di GKLI
      2. Harta gereja dikuasai dan diawasi menurut tingkatnya masing masing yang digunakan bagi kepentingan masing  masing di GKLI menurut tata cara yang diatur dalam peraturan tersendiri.
      3. HARTA KEKAYAAN GKLI DIPEROLEH dari :
        a.Persembahan anggota jemaat GKLI
        b. bakti sosial/pesta
        c.Sumbangan dan bantuan yang tidak mengikat baik dari perorangan, badan badan atau pemerintahan
        d.Sumber sumber lain yang sah
      Pasal 43
      1.Seluruh harta kekayaan GKLI di kuasai GKLI, dikelola dan diurus oleh pejabat GKLi yang dihunjuk menurut tata cara dan peraturan tersendiri

      2.Untuk mengalihkan dan menghapuskan harta kekayaan GKLI diperlukan persetujuan Majelis Pusat

      3.Seluruh pendapatan harta kekayaan GKLI diadminitrasikan dan dilaporkan setiap tahun kepada majelis Pusat dan disahkan dalam synode Agung

      BAB XIII


      Pasal 44
      TATA TERTIB  RAPAT

      1. Setiap rapat harus dibuka dengan nyanyian,pembacaan Firman Tuhan dan doa dan rapat ditutup dengan doa.
      2. Semua rapat harus berdasarkan kepada Anggaran Rumah Tangga, Konfessio Agustana, Peraturan Penggembalaan dan hukum siasat gereja GKLI
      3. Pimpinan rapat yang ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga yang mengundang peserta untuk mengahadiri rapat sesuai dengan hari yang telah ditentukan.
      4. Rapat sah apabila dihadiri setengah dari jumlah anggota ( tidak termasuk pimpinan rapat ).Jika jumlah anggota peserta rapat tidak cukup setengah, maka rapat diundurkan.
        a.Di jemaat     : 7 hari
        b.Resort          : 10 hari
        c.Distrik          : 20 hari
        d.Synode        : 30 hari
      5. Jika peserta rapat yang hadiri pada waktu yang ditentukan dalam surat undangan kedua itu tetap kurang dari setengah( tidak termasuk pimpinan rapat ) maka rapat itu sah dan dapat diteruskan
      6. Semua yang dibicarakan dalam rapat harus mempunyai notulen yang ditanda tangani oleh notulis dan pimpinan rapat
      7. Peserta tamu, penasehat dan peninjau tidak dibenarkan berbicara sebelum meminta dan dapat ijin dari pimpinan rapat. Pimpinan rapat dapat meminta sumbangan pemikiran dari tamu,penasehat,dan peninjau tentang materi pembicaraan.
      8. Pimpinan rapat memberi kesempatan kepada peserta untuk berbicara sesuai dengan jumlah yang diterima
      9. Seorang peserta tidak boleh berbicara lebih dari dua kali tentang satu pokok pembicaraan
      10. Seorang pembicara tidak dapat diganggu oleh siapapun
      11. Seorang tidak dapat dibenarkan berbicara menjelek jelekkan sesama anggota rapat pimpinan rapat berkuasa menegornya sampai dua kali, dan jika tegoran terakhir tidak diindahkan, pimpinan rapat berhak menghentikannya berbicara.Jika tidak diindahkan juga, pimpinan nrapat berkuasa mengeluarkan dari tempat rapat
      12. Pimpinan berhak mengingatkan seseorang pada saat berbicara apabila menyimpang dari  isi pembicaraan. Jika peringatan itu tidak diindahkan, pimpinanberkuasa menghentikannya berbicara.
      13. Pimpinan berkuasa menentukan batas waktu bagi peserta berbicara. Jika tidak selesai apa yang dibicarakan dapat disampaikan melalui tulisan kepada pimpinan rapat
      14. Sebelum masuk ke materi rapat yang baru, pimpinan rapat harus terlebih dahulu memberikan penjelasan atau saran
      15. Semua usul harus disampaikan kepada pimpinan rapat   terlebih dahulu agar dapat dimasukkan ke agenda rapat berikutnya
      16. Semua usul yang disampaikan pada saat rapat, harus disetujui dua pertiga anggota peserta baru dapat dibicarakan.
      17. Jika terjadi pemilihan harus dibentuk terlebih dahulu panitia yang terdiri tiga orang atau lebih untuk melaksanakan pemilihan dimaksud.
      18. Yang berhak memberikan suara adalah anggota penuh. Tamu, penasehat, peninjau tidak diijinkan memberikan suara.
      19. Jika terjadi pemilihan seseorang atau suara atas satu pertimbangan yang syah apabila memperoleh suara terbanyak, yakni  setengah dari jumlah pemilihan ditambah satu
      20. Pemilihan  ulang dilakukan apabila dalam penghitungan jumlah suara  sama
      21. pada rapat resort,wilayah dan synode agung, pimpinan rapat memeriksa terlebih dahulu keabsahan surat  keanggotaan setiap peserta rapat.
      22. Setiap rapat  gereja harus diadakan di gedung gereja, atau ditempat yang layak bagi rapat gereja yang ditentukan oleh p[impinan rapat
      23. Khusu tentang synode agung:
        1. Setiap jemaat diminta berdoa untuk terlaksananya sinode agung dengan baik
        2. Dalam pembukaan synode agung dibuka dengan acara kebaktian dan di hari terakhir ditutup dengan perjamuan kudus
        3. Seluruh persidangan dalam sinode agung harus didahului  dengan kebaktian dan  diakhiri dengan doa
        4. Pucuk Pimpinan GKLI mengangkat notulist jauh sebelum pelaksanaan synode agung  yang dipilih dari peserta sinode
        5. Notulist bekerja untuk mencatat usul usul dan hal hal yang dibicarakan dalam sinode agung notulen synode agung dikirimkan kepada seluruh gereja GKLI
        6. Menunggu terbitnya notulen synode agung, keputusan synode agung lebih dahulu dikirimkan keseluruh jemaat GKLI
        7. .Ada tiga jenis rapat di synode agung:
            Rapat pertemuan umum atau pleno terbuka, yaitu:kebaktian upacara upacara ceramah, penelahan Alkitab, dan kegiatan kegiatan yang dapat membangun iman peserta/jemaat

            Rapat khusus para utusan atau  komisi tertutup, yaitu rapt rapat yang membicarakan hal hal yang berhubungan dengan administrasi dan kegiatan gereja

            Rapat umum para utusan pleno tertutup yakni rapar rapat paripurna untuk menyelesaikan hal hal  yang sudah dibicarakan dalam rapat rapat khusus para utusan.

        8. Sebelum rapat dibuka pimpinan rapat memberitahukan setiap jenis rapat
      24. Pengambilan keputusan hendaknya tidak didasarkan kepada suara melainkan dengan musyawarah untuk mupakat.Jika terpaksa melakukan pemungutan suara, suara terbanyak yang dinyatakan menang ( terpilih )
      25. Semua pembicaraan yang berhubungan dengan hukum siasat gereja dan yang sejenisnya harus rahasia dan tidak diperkenankan diberitahukan ke luar rapat.

        Pasal  45
        ATURAN  PERALIHAN
        1.hal hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah tangga ini akan diatur dalam peraturan lain yang ditetapkan oleh Pucuk Pimpinan atas persetujuan Majelis Pusat GKLI

        2.Perobahan dari anggarn rumah tangga GKLI ini hanya dapat dilakukan oleh synode Agung GKLI, jika synode Agung dihadiri oleh dua pertiga dari jumlah anggota synode agung, dan keputusan sah apabila dua pertiga anggota sinode agung yang hadir.
        Pasal  46
        PENUTUP
        1.Anggaran Rumah Tangga  ini ditetapkan sinode Agung GKLI XXV pada tanggal 20-23 Septembar 2009 yang merupakan perobahan ( amandemen ) dan penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga hasil ketetapan Synode Agung GKLI tahun 1998

        2.Anggaran Rumah tangga ini berlaku pada Synode Agung GKLI XXVI tahun 2011


        Ditetapkan di : Sihabong habong
        Pada tanggal  : 22 Septembar 2011.

         

         

  •